VIRAL! Toilet Outdoor Gunung Gede Berubah Jadi Tempat Sampah, 8 Karung Dievakuasi!

VIRAL! Toilet Outdoor Gunung Gede Berubah Jadi Tempat Sampah, 8 Karung Dievakuasi!

Penampakan memprihatinkan toilet outdoor Alun-Alun Surya Kencana Gunung Gede yang dipenuhi tumpukan sampah botol plastik dan kotoran pendaki.
Penampakan memprihatinkan toilet outdoor Alun-Alun Surya Kencana Gunung Gede yang dipenuhi tumpukan sampah botol plastik dan kotoran pendaki.

VIRAL! Toilet Outdoor Gunung Gede Berubah Jadi Tempat Sampah, 8 Karung Dievakuasi!

Caption: Tangkapan layar kondisi miris toilet outdoor yang dipenuhi sampah botol plastik. (Sumber: Instagram @basecamp_gununggedeviaputri)

OTISTANEWS.COM – Kesadaran menjaga kelestarian alam tampaknya masih menjadi PR besar bagi sebagian pendaki di Indonesia. Pada awal April 2026, sebuah video dokumentasi yang memperlihatkan kondisi miris toilet outdoor Gunung Gede Pangrango mendadak viral dan memicu kemarahan publik.

Fasilitas organik di kawasan Alun-Alun Surya Kencana yang seharusnya ramah lingkungan ini justru bernasib tragis. Bukannya dijaga, toilet tersebut malah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah massal.

Penampakan Miris: 8 Karung Sampah Dievakuasi

Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @basecamp_gununggedeviaputri, kondisi toilet tersebut sangat tidak layak dipandang. Di dalam video itu, terlihat tumpukan botol plastik bekas air mineral, sisa-sisa makanan, hingga kotoran pendaki yang berserakan tidak pada tempatnya.

Tim relawan yang melakukan aksi bersih-bersih bahkan harus mengevakuasi hingga delapan karung penuh sampah dari satu lokasi toilet tersebut. Sayangnya, fasilitas yang dibangun untuk kenyamanan bersama ini tidak diperlakukan sebagaimana mestinya oleh oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Kumpulan Berita Lingkungan dan Peristiwa Viral Terbaru Hanya di Otista News

Kemana Hilangnya Prinsip “Leave No Trace”?

Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa nilai kecintaan terhadap alam semakin bergeser. Meskipun pihak pengelola taman nasional dan berbagai komunitas terus menghimbau agar tidak meninggalkan sampah, pelanggaran tetap saja terjadi secara masif.

Istilah “pecinta alam” kini seolah kerap kehilangan makna sejatinya. Pada dasarnya, menjadi seorang pecinta alam berarti menjunjung tinggi prinsip leave no trace—tidak meninggalkan jejak apa pun di gunung, apalagi membuang sampah sembarangan.

Namun, kasus penumpukan delapan karung sampah di toilet outdoor Gunung Gede ini membuktikan fakta sebaliknya. Sebagian pendaki tampaknya hanya sekadar ikut-ikutan tren atau mengaku sebagai pecinta alam demi gengsi semata, tanpa benar-benar memiliki niat untuk mencintai dan merawat kelestarian lingkungan.

Aksi Bersih-Bersih Tetap Berjalan dan Tuai Dukungan

Dibalik kejadian yang membuat geram banyak pihak tersebut, aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh tim basecamp tetap berjalan lancar dan mendapat banyak dukungan dari publik. Berbagai komentar positif membanjiri relawan, sementara kecaman keras dialamatkan kepada para pendaki “palsu” pembawa sampah.

Mari jadikan kejadian ini sebagai tamparan keras bagi kita semua. Gunung bukanlah tempat sampah raksasa. Bawa turun kembali sampahmu, dan jadilah pendaki yang bijak!


Source: @basecamp_gununggedeviaputri Terhubung Lebih Baik: Follow, Like, and Share Instagram @kabar.otista Agar Bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *