Pedagang Pasar Jatinegara Keluhkan Proyek yang Tak Kunjung Selesai
Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Jatinegara kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pedagang mengeluhkan proyek perbaikan infrastruktur yang dinilai berjalan lambat. Proyek tersebut disebut sudah berlangsung hampir tiga minggu, namun hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Keluhan ini disampaikan oleh salah satu pedagang oleh-oleh yang tokonya terdampak langsung oleh proyek tersebut. Ia mengaku kondisi di depan tokonya menjadi tidak nyaman, bahkan berpotensi mengurangi jumlah pembeli.
“Betulin jalan lama banget, udah hampir 3 minggu, mana di depan toko lagi, bikin pemandangan dan pembeli terganggu,” tulisnya dalam unggahan di media sosial.
Akses Terganggu dan Berpotensi Bahayakan Pengunjung
Dari dokumentasi yang beredar, terlihat saluran terbuka yang belum tertutup sempurna serta material proyek yang berserakan di area jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan pejalan kaki dan pengunjung pasar.
Beberapa bagian terlihat hanya ditutup seadanya menggunakan pelat beton, sementara kabel dan lubang saluran masih terbuka. Hal ini membuat akses keluar-masuk toko menjadi lebih sulit, terutama bagi pembeli yang membawa barang.
Diduga Proyek Dinas Terkait SDA
Dalam gambar yang beredar, tampak karung bertuliskan “SDA” yang mengarah pada dugaan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari pekerjaan dinas sumber daya air. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait progres maupun target penyelesaian proyek tersebut.
Pedagang berharap pihak terkait segera memberikan kejelasan dan mempercepat pengerjaan agar aktivitas ekonomi kembali normal.
Harapan Pedagang: Segera Diselesaikan
Para pedagang meminta agar proyek tidak dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada pendapatan mereka. Selain itu, kondisi jalan yang belum rapi juga memberikan kesan kumuh dan membuat pembeli enggan berkunjung.
Penyelesaian proyek secara cepat dan tepat diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan lingkungan pasar serta meningkatkan kembali aktivitas jual beli.












