Miris! Siswa SDN 2 Sanggau Jadi “Kuli” Angkut Makan Bergizi Gratis, Netizen: Petugasnya Mana?
Caption: Momen saat siswa SDN 2 Sanggau harus mengangkut sendiri wadah makanan bergizi gratis karena akses jalan yang sempit. (Sumber: Instagram @sanggaucity)
OTISTANEWS.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang memperlihatkan perjuangan para siswa sekolah dasar di Kalimantan Barat. Pada Kamis (9/4/2026) siang, beredar luas video siswa-siswi SDN 2 Sanggau yang tampak tertatih-tatih mengangkut ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Dalam video berdurasi 1 menit 12 detik tersebut, terlihat belasan anak kecil membawa tumpukan wadah makanan dari gerbang sekolah. Jarak yang ditempuh cukup jauh, yakni kurang lebih 50 meter menuju area kelas mereka.
Gang Sempit Jadi Kendala Distribusi
Alasan di balik aksi “kerja bakti” mendadak ini diduga karena akses menuju sekolah yang sangat terbatas. Gang sekolah yang terlalu sempit membuat kendaraan pengantar makanan tidak bisa masuk hingga ke area dalam.
Namun, hal yang menjadi sorotan tajam publik bukanlah soal gang sempitnya, melainkan keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam pekerjaan fisik tersebut. Warga yang merekam kejadian tersebut pun menyuarakan keprihatinannya.
“Anak-anak bawa MBG, jadi kemana petugas MBG-nya? Kok lalu melibatkan anak-anak kecil kayak gini,” ujar seorang warga dalam video yang diunggah ulang oleh akun @sanggaucity.
Baca juga: Kumpulan Berita Nasional dan Kejadian Viral Terbaru di Otista News
Netizen: “Latihan Kerja Bakti atau Eksploitasi?”
Fenomena ini memicu beragam komentar dari netizen. Sebagian menganggap hal ini sebagai bentuk latihan kemandirian atau “kerja bakti”. Namun, tidak sedikit yang mengecam keras karena beban ompreng yang dibawa terlihat cukup berat untuk anak-anak seukuran mereka.
Publik kini mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dari program Makan Bergizi Gratis Sanggau tersebut. Seharusnya, pihak penyedia atau petugas khusus yang bertanggung jawab memastikan makanan sampai ke tangan siswa tanpa harus membebani fisik mereka.
Harapan untuk Evaluasi Program
Kejadian di SDN 2 Sanggau ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah setempat dan pihak pengelola program MBG. Akses infrastruktur memang menjadi tantangan, namun keamanan dan kenyamanan siswa tetap harus menjadi prioritas utama.
Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak bangsa ini justru malah memberikan beban fisik tambahan bagi mereka di jam sekolah.
Ingin terus update dengan berita viral dan informasi menarik lainnya? Tetap di otistanews.com untuk informasi terpercaya!
Source: @sanggaucity Terhubung Lebih Baik: Follow, Like, and Share Instagram @kabar.otista agar tidak ketinggalan informasi bermanfaat!












