Heboh! Ratusan Warga Bogor Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Heboh! Ratusan Warga Bogor Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Keracunan MBG Bogor
Keracunan MBG Bogor

BOGOR – Sebanyak 107 warga Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan. Insiden ini terjadi pasca konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan melalui posyandu setempat.

Menanggapi kejadian luar biasa ini, pemerintah desa mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara distribusi makanan program tersebut guna menghindari bertambahnya korban.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Kepala Desa Pasir Tanjung, Rizal Baharudin Zen, mengonfirmasi penghentian sementara operasional program MBG di wilayahnya. Keputusan ini diambil untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap sumber masalah.

“Untuk sementara sekarang dihentikan dulu,” ungkap Rizal saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (8/4/2026).

Program MBG di Desa Pasir Tanjung sendiri menjangkau enam posyandu dalam satu wilayah desa. Dari total 315 warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat, 107 di antaranya mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, hingga diare setelah mengonsumsi menu yang dibagikan.

Puskesmas Tanjungsari Lakukan Penelusuran

Pihak Puskesmas Tanjungsari kini tengah bekerja ekstra untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini. Petugas medis melakukan pendataan intensif serta anamnesa (wawancara medis) kepada para pasien yang terdampak.

Hingga saat ini, tim medis masih terkendala dalam melakukan uji laboratorium karena belum tersedianya sampel makanan yang tersisa dari kejadian tersebut. Investigasi difokuskan pada pola konsumsi warga dan proses pengolahan makanan di dapur penyedia.

Kondisi Pasien dan Penanganan Darurat

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah klinik dan puskesmas di wilayah Tanjungsari sempat dipadati warga. Bahkan, beberapa warga memilih berpindah dari puskesmas ke klinik swasta karena terbatasnya kapasitas pelayanan saat jumlah korban melonjak drastis.

Kabar mengenai insiden ini juga sempat viral di grup percakapan WhatsApp warga, di mana dilaporkan bahwa jumlah korban mencapai lebih dari 100 orang. Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan segera turun tangan untuk menangani kasus ini agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan kembali dengan standar keamanan pangan yang lebih ketap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *